Courage is not the absence of fear, instead it is the judgment that something else is more important than fear. It is why firefighters race into a burning building when everyone else is running out. It is why police officers put their lives on the line every day and why soldiers leave the families and homes to defend a nation. This is true courage and these are true HEROS.
~rena.
dan semuanya tak ternilai...
Bukannya Aku Pelit... Hanya Tak Punya Uang!
Kata orang, kita tak akan pernah merasa memiliki terlalu banyak teman, tapi sampai seminggu menjelang natal, masih ada lima orang lagi yang harus kubelikan hadiah natal dan uangku tinggal tersisa tiga dolar. Bagaimana caranya memberitahu ibumu, kakak laki-lakimu, dan tiga orang sahabatmu bahwa kau hanya mampu membelikan brang seharga enam puluh sen untuk setiap orang? "Ayo kita tentukan batas harga hadiah natal kita tahun ini," usulku kepada sahabatku, Joanie. "Itu gagasan yang bagus," Joanie setuju. "Bagaimana bila tidak lebih dari lima dolar?" "Bagaimana bila tidak lebih dari enam puluh sen?" aku merasa seperti orang paling kikir sedunia saat mengucapkannya. "Kurasa bukan harganya yang penting, tapi niatnya," Joanie tersenyum. "Jadi jangan salahkan aku bila kau hanya mendapatkan sebatang permen karet!" Hampir tidak mungkin membeli sesuatu di bawah enam puluh sen, maka benda ini semestinya berbentuk kecil tapi bernilai besar. Aku belum pernah sesulit ini menentukan hadiah untuk seseorang. Akhirnya, Hari Natal tiba, dan aku takut mereka akan kecewa ketika membuka hadiah "murah"ku. Aku membelikan ibuku sebatang lilin wangi dan kartu natal bertuliskan "Kau adalah cahaya paling terang dalam hidupku." Ia tampak terharu saat membacanya. Aku memberi kakakku penggaris kayu. Di bagian belakangnya aku menuliskan, "No brother in the world could measure up to you" [tak ada kakak yang lebih baik darimu], lalu ia memberiku sekantung permen bertuliskan "You're sweet". Ia tak pernah berkata seperti itu kepadaku sebelumnya. Untuk Joanie, aku mengecat sepasang sepatu tua dengan warna emas dan menata rangkaian bunga kering ke dalamnya, juga sebuah catatan bertuliskan, "No one could ever fill your shoes" [tak ada yang dapat menggantikanmy]. Ia memberiku sehelai bulu angsa dan sebuah plester luka. Katanya aku selalu membuatku tertawa geli hingga pinggangnya sakit. Kepada dua temanku yang lain, aku memberikan sehelai kipas [fan] kertas bertuliskan, "i'm your biggest fan" [aku penggemar beratmu], dan sebuah kalkulator seharga satu dolar dengan pesan di belakangnya, "you can always count on me" [kau selalu dapat mengandalkanku]. Mereka memberiku sepatu kuda karatan untuk jimat keberuntungan dan empat batang sumpit [stick] yang diikat pita merah bertuliskan "friends stick together" [teman selalu bersama]. Aku tak pernah mengingat hadiah-hadiah lain yang kudaptkan di natal-natal sebelumnya, tapi aku selalu ingat hadiah "murah" ini. Kakakku menyebutku manis. Ibuku mengetahui bahwa ia adalah orang terpenting dalam hidupku. Joanie menganggap aku selalu membuatnya tertawa dan bahagia, itu penting sebab setelah kepindahan ayahnya ke kota lain tahun lalu, ia selalu merindukannya dan kadang membuatnya sedih. Kemarin aku khawatir karena tak mempunyai cukup uang untuk membelikan hadiah natal, tapi aku berhasil memberikan hadiah kepada lima orang dan masih mempunyai sisa dua puluh sen. Kami masih membicarakan hadiah-hadiah "murah" dan kegembiraan saat menemukan hadiah yang pantas untuk mengungkapkan perasaan kami.Di rak bukuku, masih terdapat sekantung permen, sehelai bulu, sebuah sepatu kuda dan seikat sumpit... dan semuanya tak ternilai...
We are a group that consists of 11 girls from Santa Laurensia High School, 10th graders.
Dede Cintya.
Renata Fendryana.
Audesia Alvianita.
Clarissa Theodora.
Kezia Marsha Dih Mahadi.
Evelyn Wibowo Lee.
Catherine Djuardi.
Agita Wijaya.
Clara Rheta Laimanto.
Fitrina Sutandar.
Olivia Sutanto.
mushrooms was built in 2008, February 16th. That is the date when we did our first BGDO (big girls day out)
we are loving.we are together.we are one.
we are mushroom girls.hahaha.
0 comments:
Post a Comment